News & Articles

Majalah Relasi

Menjadi Pasangan Yang Terbuka Dan Merasul

Menjadi Pasangan Yang Terbuka Dan Merasul

Marriage Encounter sungguh “luar biasa”, ini rata-rata komentar mereka sehabis mengikuti WE. Para SNP (Sunday Night People – mereka yang baru mengikuti WE) di seluruh dunia juga memberikan penilaian yang sama.

Sekedar mengingatkan kembali bahwa terdapat “benang merah” sepanjang acara WeekEnd itu. Presentasi 1-3 adalah mengenai “aku”. Peserta dibawa untuk mengenal diri sendiri sebelum mengenal pasangan dan orang lain. Lalu presentasi 4-6 mengenai “aku dan kamu” atau “kami berdua”. Kemudian presentasi 7-11, mengenai “kami berdua dan Tuhan”.

Dan presentasi 11-13, adalah mengenai “kami berdua, Tuhan dan Dunia”, artinya orang-orang di sekitar. Di bagian akhir WE ini peserta diajak untuk terlibat menjadi “rasul” dengan mengajak orang-orang lain mengalami kebahagiaan yang sama seperti yang telah dialami, dengan memberi kesaksian pengalaman diri sendiri. Inilah yang dinamakan pasangan “terbuka dan merasul” atau “open & apostolik”. “Terbuka” maksudnya mau memberikan diri kepada
orang lain, bersedia sharing jatuh bangun relasi berdua untuk membantu pasangan lain. ”Merasul” artinya mau menjadi bagian dari kegiatan ME, mau menerima tugas pelayanan, tugas apa saja yang bisa dilakukan.

Apa saja yang bisa dilakukan untuk menjadi pasangan yang terbuka dan merasul?

Tugas awal “O & A”, yang diberikan kepada para peserta WE adalah bersedia mengajak dan menjadi sponsor orang lain untuk mengikuti WE. Pertama kali yang diajak adalah orang-orang yang dekat, seperti kakak, adik, ayah, ibu, anak & menantu, serta seluruh “keluarga besar” masing-masing. Kemudian para tetangga dan warga lingkungan, teman-teman kerja di kantor, rekan bisnis dan lain-lain. Bagaimana caranya mengajak? Dengan memberi kesaksian langsung apa yang telah di alami, sehingga relasi menjadi seperti sekarang ini, berbeda dengan sebelumnya.

Sebenarnya dengan melihat wajah kita berdua saja, orang-orang sudah bertanya-tanya, “apa yang terjadi dengan kedua mahluk ini” sehingga mereka sekarang berbeda dengan sebelumnya. Itu yang dinamakan “couple power”, kekuatan pasangan, itulah yang dilihat orang pada mereka yang baru mengikuti WE.

Anda bersedia bila diminta membantu kegiatan di paroki anda masing-masing, baik kegiatan ME maupun kegiatan-kegiatan non ME di gereja, seperti menjadi anggota panitia berbagai kegiatan, menjadi ketua lingkungan, membantu kegiatan SKK, KPP, prodiakon dan lain-lain. Dengan mengenal banyak orang di paroki, anda akan lebih mudah mengajak mereka mengikuti WEME.

Anda berani terbuka dengan memberi kesaksian dalam renewal/rekoleksi yang diselenggarakan oleh ME Paroki maupun SKK Paroki bagi umat yang belum pernah mengenal ME. Tentu saja setelah mendapat arahan atau bimbingan dari pasutri team atau pasutri senior di paroki. Anda bisa menjadi team pemberi “PUOT – Pertemuan
Untuk Orang Tua”, Hari Pasangan atau rekoleksi-rekoleksi pendek lainnya.

Bila dicalonkan oleh team pemberi WE, anda juga bersedia mengikuti Deeper WE untuk disiapkan menjadi anggota team pemberi WE.  Dalam struktur kepengurusan, ME mempunyai koordinator “O & A Program”, untuk menampung permintaan dari mana saja yang memerlukan bantuan.

Misalnya untuk memberikan rekoleksi/enrichment yang pesertanya terbuka bagi non ME. Pada kesempatan ini team pemberi rekoleksi memberi kesaksian, bagaimana relasi mereka berkembang setelah mengikuti WEME. Dari pengalaman kami banyak yang akhirnya mendaftar untuk mengikuti WE.

03 Oct 2016 16:53
Pasutri Elly-Rusli
Mengenal ME, Relasi Edisi 67,