News & Articles

Majalah Relasi

LANSIA PUN  MASIH BISA BERKARYA  UNTUK KERAJAAN ALLAH

LANSIA PUN MASIH BISA BERKARYA UNTUK KERAJAAN ALLAH

Pasutri Alex-Nora yang menikah di Klaten 4 Juli 1959 ini, telah merayakan Ulang Tahun Perkawinan Emas pada 19 Juli 2009, di Unika Soegiyapranata. Saat itu Misa Tri priya (Konselebrasi dengan 3 pastor), dengan Selebran Utama pastor Yohannes Maryana SJ  dan para selebran lain pastor dari paroki, Pastor Sukardi Pr dan Pastor Kristianto Pr. Paduan suara yang indah mengiringi misa, “Paduan suara Unika Soegiyapranata” dan diakhiri nyanyian Mazmur Puji Syukur, dipersembahkan Inne Pujiastuti dan kawan-kawan. Pasutri Alex-Nora dianugerahi 2 putera: Ignase Widiatmoko dan Hubert Widiastono, dan pada tahun 1982, mengangkat seorang puteri, Inne Pujiastuti.

 

 

 

Kami dalam Panggilan Masa Sekarang

 

Alex

Sekitar tahun 1980 ketika Pastor Natabudaya Pr menjadi kepala paroki Kebon Dalem dan mencurahkan perhatiannya kepada ME Distrik Semarang, kami berdua (Nora-Alex) bergabung dengan ME melalui WeekEnd angkatan ke-2 dengan  moderator Pastor Waaienburg SJ. Kami menyadari bahwa ME pada zaman sekarang dengan segala tantangannya sangat bermanfaat untuk kehidupan keluarga sebagai saksi Kristus. Kini kami berdua sudah memasuki masa pensiun. Nora sebagai guru SMA Sedes Sapientiae pensiun pada tahun 1993 dan saya  dosen Undip sejak tahun 1992, dan berhenti memberi kuliah sejak tahun 2012 atas saran dari dokter.

Hidup berkeluarga merupakan panggilan Tuhan. banyak tantangan yang harus dihadapi dan kami hanya bisa mendoakan semua keluarga agar sanggup menghadapi tantangan tersebut.  Bagi saya, masa pensiun berarti berakhirnya panggilan Tuhan Adveniat regnum Tuum. Datanglah kerajaanmu…Keraton Dalem Kawiyarna masih tetap berlaku. Salah satu karya Tuhan yang paling besar adalah hadirnya sang Juru Selamat, Kristus, juga melalui keluarga “Pasutri Maria-Yusuf”. Siapapun orangnya dan apapun profesi dan suksesnya, seseorang pasti melalui dan berasal dari sebuah  keluarga. Kita diajak untuk merefleksikan panggilan yang telah kita terima sebagai suami-isteri. Apakah kita tinggal diam sebagai anggota komunitas ME atau hanya sebagai anggota paroki? Akhir-akhir ini Gereja menghadapi pelbagai macam kesulitan yang maha berat. Di daerah-daerah, sekolah Katolik menghadapi kekurangan murid atau guru. Faktor penyebab utamanya adalah uang. Imam-imam,  biarawan-biarawati yang berkarya di kebun Tuhan makin lama makin banyak yang menjadi tua, jumlah pengganti tidak seimbang. Yang jelas sekali terjadi di negeri Belanda, tak ada panggilan sama sekali. Hal ini  seperti yang dinyatakan oleh Kristus sendiri, tuaiannya banyak tetapi pekerjanya sedikit. Panggilan untuk menjadi imam dan biarawan-biarawati makin sedikit karena dunia dengan kenikmatannya, dengan kekayaannya, dengan gemerlapannya begitu menarik sehingga orang, khususnya generasi muda, enggan untuk mengikuti Kristus dengan hidup selibat, untuk hidup sederhana untuk hidup dalam doa dan hidup dalam kesunyian. Lalu bagaimana sikap kita khususnya anggota ME? Apakah tinggal diam? Dapatkah kita bersikap masa bodoh? Dapatkah kita meninggalkan Kristus sendirian? Menurut hemat kami, walau kami sudah uzur kami masih terpanggil untuk berkarya demi Kerajaan Allah.

 

Dalam Keluarga Intern

 

Setelah memasuki masa pensiun waktu yang luang banyak sekali. Tetapi kesehatan mulai menurun, bahkan sejak tahun 2007, saya mengalami  stroke. Sejak sakit, praktis saya ergantung sepenuhnya pada Nora. Memang sebagai manusia yang banyak kekurangannya, Nora kadang kala kurang sabar menghadapi percobaan itu. Hanya doa yang dapat menguatkannya. Dalam masa pensiun terbuka lebar untuk berusaha melaksanakan nasehat Santo Paulus seperti yang kita temukan  dalam Titus 2;2. Pria yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman. Apa maksudnya bijaksana?

Menurut hemat kami; bijaksana adalah tepat dalam berpikir dan bertindak. Justru karena sudah pensiun, kami mempunyai banyak waktu untuk berpikir, untuk menimbang sehingga kami tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan dalam menilai seseorang atau melaksanakan suatu tindakan. Demikian pula kami mempunyai waktu yang banyak untuk beribadah, untuk menemui Yesus dalam Sakramen Mahakudus. Kebetulan di paroki kami ada Kapel untuk adorasi abadi tempat Yesus merindukan kedatangan kita.

 

Saat ini bagi kami,  selalu ada waktu untuk bersama-sama menghadiri perayaan Ekaristi, menemui Yesus dan menyambut Tubuh Kristus. Kami juga berkesempatan merundingkan segala sesuatu, baik yang menggembirakan ataupun yang menyedihkan  secara bersama-sama (sesuai petunjuk ME).

 

Hal Khusus yang  Perlu Perhatian

 

Kita orang Indonesia rupanya menyenangi apapun yang sifatny campur: es campur, tahu campur….KAWIN CAMPUR… Hal ini yang membuat hati kami menjadi cemas. Anak-anak dan cucu  mulai terancam, kalau tiba saatnya untuk mencari  pasangan hidupnya. Ada rasa khawatir apabila mereka nanti membawa seseorang untuk diperkenalkan kepada kami, orang tua mereka, ayah ibu, kakek nenek untuk mohon restu. Bagaimana kalau yang dibawa adalah pria atau wanita yang  memang cantik atau cakep, dari keluarga mampu, terkenal, tetapi …..sayang seribu sayang berbeda keyakinan, berbeda iman. Pada umumnya mereka akan beralasan bahwa mencari calon  yang katolik amat sulit. Kalau ada yang beragama katolik selalu banyak tuntutannya, banyak rewel dan sebagainya. Hal ini membutuhkan perhatian dari kita orangtua dan para pastor paroki. Perlu ada usaha preventif, jangan sampai anak-anak dan cucu-cucu kita terjerumus dalam kawin campur. Dari pengalaman, mereka yang kawin campur, kehidupan perkawinan mereka kurang harmonis dan banyak dari mereka mengalami kegagalan.

 

Nora

Sebagai seorang istri, ibu, nenek, sekaligus merupakan nenek buyut, saya selalu merasakan kenikmatan yang diberikan Tuhan pada diri saya. Kalau saya renungkan sejak anak-anak, remaja, dewasa sampai sangat tua, saya ikut merayakan ekaristi tiap pagi. Banyak hal-hal di luar dugaan terjadi yang membuat saya bahagia. Ini semua terjadi hanya dalam keluarga yang meneladani Keluarga Kudus yaitu dengan rajin berdoa dengan penuh kepercayaan dan penuh harapan pada Tuhan Yesus dengan perantaraan Bunda Maria.

 

Bila saya sebutkan semua mungkin terlalu panjang. Salah satunya adalah pada 17 Desember 2012 saya menjalani operasi kandungan. Semua berjalan lancar dari pemeriksaan laboratorium, opname sampai sembuh total hanya terjadi satu minggu. Ini dapat terjadi dari dukungan doa suami, anak-anak, cucu dan teman-teman umat di kapel Loyola Semarang. Memang dalam keluarga yang setia, Rahmat Tuhan akan mengalir dengan lancar. Karena itu marilah kita sebagai keluarga Katolik meneladani kehidupan keluarga Yesus, Maria, Yusup, yang penuh kesederhanaan, ketekunan dan penuh toleransi serta rajin bekerja. Amin...  ./ER/TK/BI/KT 

11 Oct 2018 17:50
Pasutri Alex-Nora, Paroki Kebon Dalem-Semarang
mejakarta, lansia pun masih bisa berkarya untuk kerajaan Allah, pasutri me jakarta,