News & Articles

Majalah Relasi

MENYIKAPI GADGET MASUK KE RUMAH KITA

MENYIKAPI GADGET MASUK KE RUMAH KITA

Pertemuan Komisi keluarga KWI dengan komunitas pemerhati keluarga tahun 2013, dilaksanakan   pada 6-8 Juni di Puri Avia, Gadog, Bogor. Pertemuan ini  mengambil  tema “Menyikapi Gadget Masuk ke Rumah Kita”.  Pertemuan kali ini juga melibatkan Komisi Sosial, karena berhubungan dengan gadget atau piranti canggih sebagai sarana komunikasi.  Gadget saat ini begitu menjamur dalam keluarga di masyarakat Indonesia.

Latar Belakang

Irwan - Mona

Diangkatnya Tema pertemuan ini berawal dari hasil refleksi dari pesan Paus Paulus pada Konsili Vatikan II dalam Dekrit Inter Mirifica tahun 1963. Pesan Paus Yohanes Paulus II dan juga pesan Paus Benedictus XVI ini  menegaskan bahwa umat katolik harus secara benar dan tepat dapat  menggunakan sarana media komunikasi sosial. Mengacu pada hal tersebut, hendaklah kita bersyukur berkat perkenan  Allah, manusia dapat mengembangan teknologi komunikasi sedemikian rupa. Untuk itu kita diharapkan dapat  memanfaatkannya secara positif agar menghasilkan kebaikan bagi jiwa manusia.  dan dunia dalam tugas perutusan mewartakan Kerajaan Allah. Namun bila digunakan secara salah dan menyimpang, maka akan merugikan dan membawa kebinasaan bagi manusia itu sendiri.

Materi pokok acara Komisi Keluarga KWI  ini dibagi menjadi 3 Bagian utama, yaitu :

  1. Komunikasi sosial dalam pastoral gereja yang dibawakan oleh Pastor Agus Alfons Duka, SVD yang saat itu selaku sekretaris eksekutif mewakili Mgr.Piet Turang dari keuskupan Agung Kupang selaku Ketua Komisi Sosial KWI
  2. Pemanfaatan media komunikasi dalam pendidikan karakter dalam keluarga oleh Bapak Alexander Andri
  3. Prediksi perkembangan Gadget di masa depan dan dampak bagi keluarga oleh Bapak Bambang Sumaryo

Dalam bagian pertama, kami dapati bahwa dalam pandangan pastoral gereja, perkembangan Gadget ini sangat sulit dibendung kehadirannya dalam kehidupan manusia. Banyak kecenderungan pemanfaatannya masih dalam tahap pemberi info dan sarana komunikasi antar-komunitas sosial. Bila dilihat dari para penggunanya, kebanyakan masih terpusat pada kaum remaja-dewasa. Namun yang cukup memprihatinkan adalah pemanfaatan media komunikasi sebagai sarana untuk mengunduh dan mengunggah file atau film yang berkonten pornografi dan sarat kekerasan.

Sesi ini sarat dengan paparan segala macam info dari kementerian komunikasi dan informasi dan juga hasil pengamatan Komisi Sosial KWI yang dikemas secara apik dan lugas. Dalam hal ini Pastor Agus Alfons Duka, SVD, dari Komunikasi Sosial, KAJ, mengajak para peserta untuk menyosialisasikannya agar umat katolik mau berpartisipasi aktif dan berkembang seiring perkembangan teknologi komunikasi. Pada akhir sesi ini, Pastor Agus kembali  menegaskan bahwa Gereja katolik, dalam pandangan pastoral gereja, mendukung dengan sikap positif gadgetmasuk dalam rumah kita dengan mengambil peran sebagai misionaris-misionaris digital sehingga manusialah yang menguasai teknologi untuk kesejahteraan dan kebahagiaan dan bukan sebaliknya. Kita pun sadar bahwa gejala masuknya gadget dalam rumah adalah sesuatu yang harus disikapi secara positif dan hasilnya haruslah sebagai ungkapan syukur pada Allah, meski dalam menjalaninya akan terasa berat dan penuh tantangan.

Pada bagian ke-2, Bapak Alexander Andri, memaparkan bagaimana pemanfaatan media komunikasi dalam pendidikan karakter dalam keluarga. Media komunikasi dari sudut pandang para pendamping pendidikan sekolah non-formal, sangatlah baik dan akan bertambah baik bila pemakai teknologi tersebut. Dalam hal ini seluruh masyarakat, dapat menggunakan semua  sarana yang ada tersebut untuk mengembangkan karakter seseorang dan  yang  paling inti dimulai dalam sebuah keluarga.                                                                                                                                    

Dalam  pemaparan ini, peserta  sangat menyadari dan sepakat untuk mengambil peran nyata dengan  penggunaan gadget sebagai media komunikasi yang melayani kita. Bukan sebaliknya, gadget, menjadi ‘candu’ yang menjadikan kita ‘pelayan’ -nya.

Sedangkan pada bagian-3, Bapak Bambang Sumaryo menjelaskan tentang prediksi perkembangan gadget di masa depan dan dampaknya bagi keluarga.  Bagian ini sangat sarat dengan penjelasan bahwa  teknologi masa kini sudag menjadi bagian kehidupan bagi kebanyakan orang dari berbagai kalangan. Pada umumnya orang  sudah memiliki berbagai piranti canggih, terutama mereka yang tinggal di kota-kota besar.

Pemaparan materi dari para narasumber yang sangat jelas dan lengkap ini  membuka mata para peserta bahwa perkembangan teknologi yang begitu hebat bisa membuat perubahan yang luar biasa dalam kehidupan manusia secara keseluruhan. Sekilas kami membayangkan, apakah film “Wall-E” akan menjadi kenyataan? Di sana ditampilkan bahwa  pada suatu masa, manusia tidak lagi membutuhkan manusia lain, karena semua kebutuhan sudah bisa terpenuhi oleh teknologi yang super canggih.

Ternyata kemajuan teknologi dapat menjadi pedang bermata dua bagi setiap  keluarga, berakibat positiap atau negatif. Oleh karena itu, harus disikapi dan dicermati secara bijak dan bertanggung jawab. Semua topik pembahasan memberikan bekal bagi peserta untuk membina dan membimbing putra-putrinya. Hal ini agar kita tidak terjebak dalam perkembangan gadget yang sungguh tak terbendung. Kalau tidak disikapi dengan bijaksana, gadget dapat menjadi ‘narkoba’ baru bagi kita semua. Pembekalan dari pertemuan  KWI ini bertujuan menjadikan gadget sebagai media komunikasi yang sangat membantu, tapi bukan untuk menggantikan komunikasi manusiawi yang pastinya tetap diperlukan dalam keluarga. (Irwan&Mona)/KT

Anton - Sien

Raker KWI ini membahas tentang Komunikasi Sosial dalam Pastoral Gereja yaitu tentang adanya fenomena perubahan Keluarga. Sekolah dan Gereja sebagai Story Telller mulai bergeser dan diambil alih oleh dunia digital yang melakukan fungsi sebagai Media Teller yang memiliki strong point antara lain, bisa di bawa ke mana pun, Multi Tasking Generation  (banyak kegiatan tapi bisa memperhatikan dan mendengarkan), memiliki budaya kemasan, bebas untuk diberi pendapat dan kritikan, namun tidak tersinggung, dan bisa dibentuk dalam kelompok-kelompok digital (Kewargaan ganda).

 

Pertemuan Komisi keluarga KWI ini juga  membahas bagaimana pemanfaatan media komunikasi dalam pendidikan karakter dalam Keluarga. Dalam hal ini  lebih ditekankan cara menjadi orangtua yang sukses di Era Digital. Untuk menjadi orangtua sukses perlu dilakukan dengan beberapa  cara, yaitu memahami karakter sukses, melihat lebih jauh karakter kita, apakah  sebagai penolak, pengikut atau pemimpin. Bagaimana kita melihat sisi positif dan negatif dan belajar cara-cara penyalurannya dan apa motivasi kita sebagai orangtua. Untuk membentuk karakter, dibutuhkan  Cinta tanpa syarat (unconditional Love) dan mampu  menggunakan tehnologi untuk mencapai impian.

 

Dalam diskusi kelompok, disampaikan pandangan umum dalam bentuk rangkuman antara lain :

  • Gadget dan Komunikasi merupakan wujud dan kodrat manusia sebagai Citra Allah.
  • Gadget itu mau tidak mau harus hadir dan merupakan kebutuhan hidup dalam masa kini dan merupakan anugerah Allah.
  • Komunikasi gadget tidak dapat menggantikan komunikasi manusia sebagai mahluk sosial.
  • Dibutuhkan Sikap Arif dan bijaksana dalam penggunaannya yaitu  tidak menolak dan menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kepentingan, serta memprioritaskan nilai, situasi dan kondisi.
  • Orangtua sebaiknya terus berusaha belajar dan mengenal gadget dan media komunikasi dan jadikannya sebagai media untuk berkomunikasi dengan anak-anak  dan keluarga.
  • Ciptakan quality time dalam keluarga.
  • Jadikan keluarga sebagai digital missionaris yaitu sebagai penginjil bagi orang lain.
  • Manfaatkan media digital sebagai sarana evangelisasi didalam mendalami iman dan moral, dan bagikan kesaksian hidup pada orang lain dengan demikian kita menghadirkan Yesus melalui media digital.
  • Mendukung dan interaktif secara aktif melalui gadget dan komunikasi.
  • Mengantisipasi pergeseran nilai-nilai dalam Keluarga.

 

 

GADGET di Regina Caeli (RC)

 

Beberapa contoh nyata yang telah dilakukan oleh keluarga maupun Paroki dalam menyikapi gadget yang masuk dalam keluarga juga dikemukakan oleh para peserta. Pastor  Erwin MSF mengemukakan kekaagumannya  dan memuji apa yang telah dilakukan oleh Paroki Regina Caeli, PIK. Mereka  begitu tanggap dan cerdas dalam memanfaatkan media digital di dalam menyampaikan informasi-informasi  tentang kegiatan-kegiatan Paroki dalam bentuk Warta RC yang diterbitkan seminggu sekali. Selain itu  ada juga website paroki yang selalu di up date, sehingga umat dapat dengan cepat memperoleh informasi yang diperlukan. Penyampaian contoh oleh Pastor Erwin tersebut mendapat sambutan dari seluruh perserta Raker termasuk Ketua komisi keluarga KWI Mgr. Fransiskus Kopang Kung. /KT/ER

26 Jul 2017 11:44
Pasutri Irwan - Mona, Anton - Sien
Gadget, Marriage Encounter, Komisi Keluarga KWI, Sarana Komunikasi, Komunikasi dalam Pernikahan,