News & Articles

Majalah Relasi

KASIH KUBERIKAN DALAM SUKA DAN DUKA, SEHAT MAUPUN SAKIT

KASIH KUBERIKAN DALAM SUKA DAN DUKA, SEHAT MAUPUN SAKIT

“Sakitnya Mas Bud bukan sebagai pencobaan dari Tuhan, melainkan sebagai hadiah/karunia peringatan kasih. Mas Bud sakit sroke, aku mendapatkan  kesempatan mewujudkan janji perkawinan yang telah kucapkan 49 tahun yang lalu, akan tetap setia dalam suka duka, sehat maupun sakit.”  Demikian ungkap Is. Sedangkan Bud menyampaikan: “Di saat sakit, aku menjadi mawas diri. Ternyata aku ini orang yang tinggi hati, tidak mau mendengarkan isteriku yang selalu mengingatkanku untuk makan dan minum yang menyehatkan.

 

 

IS

Siang itu, 26 Agustus 2013, udara sangat cerah, namun aku seperti tersambar petir di siang bolong ketika sepulangku dari menunggu cucu sekolah di TK, mendapati Mas Bud duduk di teras sambil mengeluh: “Ma…, tangan dan kaki kiriku koq lemas sekali; aku tidak punya tenaga…!!

Sreett…, jantungku berdebar-debar tidak karuan. Saat itu aku langsung mendekati Mas Bud berniat hendak menolongnya masuk ke kamar. Tapi apa daya, di usiaku yang sudah 72 tahun ini tenagaku sudah jauh berkurang, dan aku hanya mampu mendudukkan mas Bud pelan-pelan ke lantai. Kulihat tetangga sekitar sepi, sehingga dengan menyebut dan memanggil Tuhan Yesus, aku mendorong mas Bud sekuat tenagaku. Puji Tuhan…, akhirnya Mas Bud bisa juga  kudorong  sampai ke kamar.

Masih dengan nafas terengah-engah, aku ikut duduk di samping Mas Bud yang bersandar di pintu. Segera aku menelpon keempat anak dan menan kami. Dengan suara gemetar aku setengah berteriak: “Bapak stroke!”.  Saat itu segera kudengar suara anak-anak dan menantu kami: “Cepat Bu, bawa  Bapak segera ke UGD, jangan sampai terlambat!”.

 

Benar-benar Tuhan Maha Kasih. Dia mendengarkan doaku dan anak-anak. Ternyata tetanggaku datang membantu menggendong Mas Bud masuk ke taxi yang sudah siap di depan rumah. Begitu juga dengan guyub ibu-ibu tetanggaku membantuku untuk cepat masuk taxi dan mengurus rumah yang kutinggalkan begitu saja. Meski perasaanku campur-aduk antara terkejut, bingung, cemas dan gelisah, namun begitu aku duduk di taxi, aku merasa lega dan bersyukur pada Tuhan atas segala Kasih-NYA. Sepanjang perjalanan, aku sungguh terhibur karena selain tidak macet, juga karena Mas Bud dapat bercerita dengan jelas apa yang tadi dialaminya.

 

BUD

Seperti biasanya setiap pagi aku olahraga berkeliling kompleks perumahan dengan naik sepeda. Setelah lelah naik sepeda, biasanya aku bersama teman-teman kongkow-kongkow dan ngobrol di warung sambil makan dan minum. Pagi itu setelah selesai bersepeda aku langsung pulang ke rumah karena warung tutup. Tiba di rumah, aku baca Koran di teras. Ketika aku haus dan mau mengambil air minum, ternyata tangan dan kaki kiriku lemas tak bertenaga. Aku bersyukur karena kejadiannya sudah di rumah, bukan di jalan saat aku naik sepeda.

 

IS

Aku benar-benar bersyukur, anak-anak dan menantuku sudah siap di UGD, saat kami tiba di Rumah Sakit. Ada yang sudah mendaftar,  mencari kamar dan ada yang sudah menghubungi dokter spesialis Saraf (Stroke) yaitu  Prof. dr Gunawan Budiarto, yang langsung masuk ruang dengan penuh perhatian dan penuh kasih menghampiri Mas Bud. Proses pemeriksaanpun berlangsung lancar. Prof dr. Gunawan ini sudah mengalami WEME Distrik IV Surabaya Angkatan IX, di Bintang Kejora Pacet.

Pagi harinya pemeriksaan dilanjutkan oleh dokter spesialis penyakit jantung yang ternyata adalah dokter Rukma (Pasutri Vivin-Rukma) yang telah mengikuti WEME angkatan 137 di Pacet, yang separoki dengan kami. Yah..., benar-benar Kasih Tuhan mengalir melalui tangan-tangan mereka.

Dengan penuh kasih dan kesetiaan, aku memutuskan untuk terus menunggu, mendampingi dan melayani Mas Bud.  Kehadiranku yang terus menerus di sampingnya ternyata membuat pasanganku menjadi lebih tenang. Kesedihan dan kegelisahanku berangsur-angsur berkurang seiring dengan datangnya penghiburan dari teman-teman Komunitas ME yang silih berganti datang menjenguk untuk berdoa, menghibur, meneguhkan dan menguatkan kami berdua. Kami berdua sungguh merasa sangat dicintai; hampir setiap pagi, siang, sore bahkan malam hari para sahabat silih berganti datang, baik saudara-saudara ku di Komunitas ME, Paroki, Wilayah, Lingkungan, Assisten Imam, Lansia, RT, Komunitas penunggu di sekolah TK, SD maupun teman-teman pensiun guru. Itu  semuanya menjadi obat tersendiri bagi Mas Bud. Tak kusangka, di saat Jawa Timur sedang pesta demokrasi pemilihan Gubenur, setelah memilih, mereka berduyun-duyun menyempatkan datang sampai penuh dan  meluber. Bersama Pastor Silas dari Paroki Yohanes Pemandi, kami semua mengadakan Ibadat Sabda. Kami benar-benar terharu, sehingga dengan suara bergetar aku mengucapkan syukur dan terimakasih sebagai penutup doa. SEKALI LAGI, TERIMAKASIH YA SAUDARA-SAUDARAKU !

 

IS

Kami berdua berusaha menerima sakitnya Mas Bud ini bukan sebagai pencobaan dari Tuhan, melainkan sebagai hadiah/karunia peringatan kasih. Itu semua untuk mengingatkan  kami yang sedang lengah, sombong, merasa sehat, dan kadang berperilaku hidup untuk makan (bukan makan untuk hidup). Kini setelah Mas Bud boleh pulang, kami mohon doa dari saudara-saudaraku agar Tuhan berkenan memberi kesabaran, kepercayaan serta semangat dalam menjalani pengobatan, terapi, kontrol dan mulai membiasakan pola makan dan pola minum yang sehat.

 

Aku tetap setia dalam suka-duka serta di saat sehat maupun sakit. Dengan melayani Mas Bud dengan penuh kasih, ketulusan dan suka cita, ini merupakan wujud dari janji yang aku ucapkan 49 tahun yang lalu.

 

BUD

Di saat sakit ini, aku menjadi mawas diri. Ternyata aku ini orang yang tinggi hati, tidak mau mendengarkan terutama mendengarkan Is pasanganku yang selalu mengingatkanku untuk makan dan minum yang menyehatkan. Selama ini, aku selalu makan dan minum yang aku inginkan, bukan yang aku butuhkan. Aku sungguh menyesal dan memohon ampun pada Tuhan, juga aku mohon maaf pada pasanganku, Is, yang selalu setia melayaniku dengan penuh kasih.

We love you we need you… /KT/BI/ER

28 Sep 2017 09:12
Pasutri IS-BUD, Surabaya
KASIH KUBERIKAN DALAM SUKA DAN DUKA, SEHAT MAUPUN SAKIT, MEJAKARTA,